Ketiak Rasulullah

Telah mengabarkan kepada kami ‘Ali bin Hujr dia berkata; telah memberitakan kepada kami Isma’il dia berkata; telah menceritakan kepada kami Dawud bin Qais dari ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Aqram dari Bapaknya, dia berkata; “Aku shalat bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan aku melihat putihnya ketiak beliau Shallallahu’alaihi wasallam apabila sujud.”
– HR. Nasa’i

Jangan Merujuki Wanita Untuk Membuat Mereka Menderita

“Seorang lelaki menceraikan isterinya kemudian meruju’nya lagi padahal ia sudah tidak membutuhkannya dan tidak ingin menjadikannya isteri lagi. Ia hanya ingin memperpanjang masa iddahnya sehingga isteri merasakan penderitaan.
Kemudian Allah Tabaraka Wa Ta’ala menurunkan ayat: ‘(Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, Karena dengan demikian kamu menganiaya mereka) ‘ (Qs. Al Baqarah: 231) Allah menasehatkan demikian kepada mereka.
(HR. Malik)

Perlukah Bayi Yang Meninggal Disholatkan?

Perlukah Bayi Yang Meninggal Disholatkan?
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang bayi tidak perlu dishalati, juga tidak mewarisi dan mewariskan hingga dia dapat menangis (menampakan tanda kehidupan).”
Abu ‘Isa berkata; “Ini merupakan hadits mudhtharib. Sebagian orang meriwayatkannya dari Abu Zubair dari Jabir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam secara marfu’.
Asy’ats bin Sawwar dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Zubair dari Jabir secara mauquf. Muhammad bin Ishaq meriwayatkannya dari ‘Atha` bin Abu Rabah dari Jabir secara mauquf dan sepertinya riwayat yang mauquf ini lebih shahih daripada riwayat yang marfu’.
Sebagian ulama berpendapat dengan hadits ini, yaitu seorang bayi tidak dishalati sehingga dia menangis. Mereka diantaranya Sufyan Ats Tsauri dan Syafi’i.”
(HR. Tirmidzi)

Musa Pada Hari Kiamat

Telah menceritakan kepada kami Abu An Nadhr berkata; telah menceritakan kepada kami Warqo` berkata; aku mendengar ‘Amru bin Yahya Al Muzani ia menceritakan dari Bapaknya dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata; “Seseorang datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan wajah bekas dipukul, lalu ia berkata kepada beliau; “Aku telah dipukul oleh salah seorang dari sahabatmu, ” lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda kepadanya (sahabatnya): “Kenapa engkau lakukan itu?” ia menjawab; “Wahai Rasulullah, ia telah mengunggulkan Musa darimu, ” maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian melebihkan sebagian nabi dengan sebagian yang lain, sesungguhnya pada hari kiamat manusia dalam keadaan pingsan, lalu aku adalah orang yang pertama kali mengangkat kepalanya dari tanah, namun aku mendapati Musa ‘Alaihis Salam telah berada di sisi ‘Arsy, aku tidak tahu apakah dia termasuk yang dibuat pingsan atau tidak.”
HR. Ahmad

Pesta Pernikahan Sampai 3 Hari Itu Riya

Telah mengabarkan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Hammam telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Al Hasan dari Abdullah bin Utsman Ats Tsaqafi -dari seorang laki-laki penduduk Tsaqif yang buta matanya, ia biasa di sebut-sebut dengan kebaikannya, maksudnya dipuji dengan kebaikan, kalau tidak salah namanya adalah- Zuhair bin Utsman -aku tidak tahu siapa nama aslinya- ia berkata; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pesta pernikahan (yang di selenggarakan) pada hari pertama adalah hak, hari keduanya adalah kebaikan dan hari ketiganya adalah sum’ah dan riya`.” Qatadah berkata; telah menceritakan kepadaku seorang laki-laki dari Sa’id bin Al Musayyab bahwa ia diundang (pesta pernikahan) pada hari pertama, lalu ia memenuhi undangan tersebut, dan diundang pada hari kedua, dan dia memenuhi undangan tersebut, ketika di undang pada hari ketiga, ia melempar utusan (orang yang mengundang) dengan kerikil, dan tidak memenuhi undangan tersebut, Sa’id bin Musayyab lalu berkata; “orang yang melakukan hal ini adalah sum’ah dan riya`.”
HR. Darimi

Hawa Dingin Dan Hawa Panas Neraka

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata telah bercerita kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Neraka mengadu kepada Rabbnya seraya berkata; “Wahai Tuhanku, sebagianku (api) saling memakan satu sama lain”. Maka neraka diizinkan untuk berhembus dua kali. Satu kali pada saat musim dingin dan satu kali lagi pada saat musim panas. Maka hawa panas yang kamu rasakan merupakan hawa panas dari hembusan api neraka dan hawa dingin yang kamu rasakan merupakan hawa dingin dari zamharir (hawa dingin) jahannam”.
HR. Bukhari